KERUSAKAN. Situasi kerusakan di luar tempat konser di Bataclan, Paris, 13 November 2015. Foto oleh Christophe Petit Tesson/EPA
PARIS, Perancis—Sekitar 100 orang dilaporkan tewas dalam insiden penyerangan di gedung pusat kesenian Bataclan, Jumat 13 November. Lainnya menderita luka serius.
Bahkan di kabarkan juga jumlah korban tewas hanya puluhan orang Beritanya di sini
Bahkan di kabarkan juga jumlah korban tewas hanya puluhan orang Beritanya di sini
Bagaimana kronologinya?
Insiden itu bermula dari penyanderaan pada pukul 23:35 waktu setempat di gedung pusat seni Bataclan, sebelah timur Paris. Menurut laporan, seorang pria menembaki penonton konser rock band Eagles of Death Metal satu per satu. Seorang saksi mengatakan, seorang penembak berteriak "Allahu akbar" kemudian melepaskan tembakan di keramaian penonton.
Kemudian polisi datang ke lokasi. Paris langsung mengirimkan setidaknya 1.500 tentara setelah serangan di Bataclan yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari bekas kantor Charlie Hebdo, yang pernah menjadi target teroris.
Selain penembakan di Bataclan, juga terjadi tiga ledakan dekat Stadion Nasional Stade de France, di mana Perancis sedang bertanding bola dengan Jerman dan disaksikan langsung oleh Presiden Francois Hollande. Akibat ledakan ini, lima orang tewas dan Hollande yang sedang berada di stadion langsung diungsikan. Dari tiga ledakan tersebut, menurut sumber, satu ledakan adalah bom bunuh diri.
Selain tempat konser dan stadion, sebuah restoran Kamboja juga diserang, beberapa orang dilaporkan tewas.
Presiden Hollande geram
Melihat serangan dan ledakan yang sporadis di tiga tempat ini, Hollande langsung angkat bicara.
"Teroris menyerang secara tidak terduga di sepanjang kota Paris," katanya dengan nada emosional. "Ini horor."
Hollande kemudian mendeklarasikan bahwa negara dalam keadaan darurat, ia juga membatalkan kunjungannya di pertemuan G20 yang akan berlangsung di Turki akhir pekan ini.

0 Komentar untuk " 100 orang tewas dalam ledakan di paris "